Alam Aksara

Providing Educational Opportunities for Indonesian Students

Alam Aksara header image 2

Shoes for Flores (Bahasa Indonesia)

IMG_20141002_164612 v2

Beberapa hari yang lalu saya dan dua orang teman mengunjungi SD Katolik Niobewa di Desa Lenandareta, Kabupaten Sikka, NTT. Dengan kendaraan hanya sekitar 43 km dari Kota Maumere, ibukota Sikka.

Desa tersebut terdiri dari 2 dusun yang berpenduduk 400 keluarga (1756 orang). Selain SDK ini di desa tersebut ada juga SDN Nobaru. Anak-anak memilih sekolahnya berdasarkan dusun di mana mereka tinggal.

Desa berada di tanah yang berbukit dan tandus, terutama pada musim kering seperti sekarang. Dari belokan jalan raya Ende-Maumere, para guru dan siswa harus berjalan melalui jalan tanah yang berdebu dan menanjak sekitar 3 km untuk sampai ke sekolah di bawah udara yang sangat panas dan kering.

Mata pencaharian penduduk adalah bertani tadah hujan. Panen padi sekali setahun, dan sisanya untuk bertanam palawija. Banyak petani yang rata-rata penghasilannya hanya 5000 rupiah/hari. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seluruh anggota keluarga bekerja membantu di kebun, termasuk anak-anak setelah mereka pulang sekolah. Anggota keluarga yang sudah dewasa banyak yang merantau ke Malaysia atau Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan adik-adik mereka.

Sekolah ini didirikan oleh Yayasan Sanpukat pada tahun 1959. Sekarang yayasan ini tidak lagi makmur seperti dulu, sehingga operasi sekolah bergantung pada dana BOS dari pemerintah. Tetapi jumlahnya sangat sedikit. Alokasi anggaran sekolah hanya memberikan gaji rata rata Rp.250.0000 kepada masing-masing gurunya. Ada 12 guru yang penuh dedikasi di sekolah tsb yang mengajar 101 murid, dari kelas 1 sampai kelas 6.

Karena rendahnya tingkat ekonomi masyarakat, kebanyakan murid yang tidak punya uang untuk membeli buku dan alat tulis, apalagi sepatu, tas, seragam (sekolah, pramuka dan olahraga) dll. Banyak anak yang berjalan kaki ke sekolah tanpa sepatu melalui jalan tanah yang panas dan tandus itu. Karena jalannya berbukit dan berkerikil dan di pinggir jurang, mengendarai sepeda, bahkan motor, berbahaya sekali. Sangat miris melihat kondisi ini, apalagi kalau mengingat bagaimana situasi di kota-kota lain dimana anak-anak biasanya memiliki berpasang-pasang sepatu.

1050189

SDK ini hanya satu dari banyak sekolah di pedalaman Flores yang mengalami hal yang sama, dari Labuan Bajo di ujung barat sampai Larantuka di timur. Kalau project ini bisa berlanjut dan dananya berlebih, bantuan akan dialirkan ke sekolah-sekolah lainnya.

Apa yang mereka butuhkan:
– Sepatu anak-anak, baru atau bekas, untuk anak SD kelas 1 sampai 6.
– Buku tulis dan alat tulis. Saat ini banyak anak yang hanya punya satu buku tulis untuk semua mata pelajaran.
– Set jangka dan penggaris.
– Tas sekolah.
– Buku bacaan anak anak, baik fiksi maupun pengetahuan umum.

Apa yang bisa kita lakukan:
a) Kirim kebutuhan di atas langsung ke sekolahnya dengan alamat sbb:

Kepala Sekolah Bapak Eduardus Seran
SDK Niobewa
Desa Lenandareta, Kec. Paga
Kabupaten Sikka,
Nusa Tenggara Timur 86153

Atau

b) Sumbangkan dana untuk membeli peralatan tersebut di toko di kota Maumere. Ini akan menghemat biaya kirim dan membantu ekonomu lokal. Koordinator lokal kami, seorang penulis dan fotografer, Valentino Luis, akan mengatur untuk membawa anak-anak itu dengan truk untuk berbelanja di toko buku dan pasar di Maumere. Ini akan menjadi momen yang tidak terlupakan untuk anak-anak yang sebagian besar belum pernah keluar dari desanya.

Donasi dapat ditransfer ke rekening Alam Aksara. Untuk informasi rekening , silakan hubungi kami melalui info(at)alamaksara.org.

Atas nama anak anak di Sikka kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kemurahan hati anda.

Salam
Dede Prabowo

3 October 2014